MAKHBULNYA DO'A IBU
Aku
dan seluruh saudaraku, kini juga dapat membuktikan, betapa memang
benar, do’a seorang ibu, amatlah makhbul. Sewaktu kecil ibuk sering
berucap ingin anak-anaknya semua menjadi pegawai negeri. Waktu itu aku
sempat menentang ucapan ibuk yang terus menerus dilontarkannya. “Buk…
sudahlah… jangan terlalu mengharap semua anak ibuk menjadi pegawai
negeri, karena banyak permainan kotor yang terjadi pada penerimaan
pegawai negeri. Dan aku tidak akan pernah mau jadi pegawai negeri, kalau
aku harus masuk jadi PNS dengan cara menyuap. “ untunglah saat itu
ibuk tidak menuruti kata-kataku. Ibuk tetap berkata,”Tidak… pokoknya aku
ingin semua anakku jadi pegawai negeri. “ aku yang waktu itu belum
banyak mengerti tentang keajaiban Tuhan, cuma merasa kasihan sama ibuk,
takut ibuk kecewa, kalau kami nanti akhirnya tidak menjadi orang sesuai
harapan ibuk.
Ternyata
benar kalau do’a ibu adalah salah satu do’a yang pasti dikabulkan oleh
Allah swt. Aku akhirnya diterima menjadi pegawai negeri karena
keajaiban, yaitu ketika banyak berkembang cerita tentang suap-menyuap
yang terjadi pada penerimaan PNS, tiba-tiba di tahun 1997, ada
penerimaan CPNS yang menggunakan metode koreksi dengan computer.
Sebenarnya setahun sebelumnya sudah diterapkan, tapi masih ada
persyaratan diutamakan yang honorer, sedang waktu itu aku tidak bekerja
sebagai honorer di sekolah negeri. Akan tetapi pada tahun 1997 tersebut,
pemerintah seakan sedang bersungguh-sungguh untuk mencari aparat Negara
yang bersih dari kolusi. Peserta yang diterima murni dari hasil test,
lampiran-lampiran pendukung lain termasuk surat keterangan sebagai guru
honorer dikembalikan. Calon PNS benar-benar murni karena kualitas… luar
biasa… ternyata bisa juga pemerintah berbuat demikian …dan
Alhamdulillah… saat itu aku termasuk salah seorang yang dapat lolos.
Kemudian ketiga saudaraku menyusul diterima menjadi pegawai negeri,
melalui hasil test murni….dengan keajaiban-keajaibannya….berkat do’a
seorang ibu. Bukan itu saja kebenaran makhbulnya do'a ibu yang aku alami sendiri. Dulu semasa kami masih kecil, ibuk juga sering mengucapkan keinginannya, agar anak-anaknya dapat tinggal di kota, agar jika memerlukan sesuatu lebih mudah, ingin tinggal di rumah dinding tembok, karena bapak yang hanya kepala sekolah SD waktu itu hanya mampu membangun rumah yang berdinding kayu di desa, ingin anaknya rumahnya dekat masjid, dan benar rumahku dekat masjid Islamic Centre...., semua anaknya tinggal di kota, , rumah kami berdinding tembok, walau sederhana, semuanya terjadi tanpa kesengajaan... insyaAllah semua terjadi karena Allah telah merencanakannya karena....do'a-do'a ibuku.
Dan yang paling kusyukuri lagi, ibuku (juga bapakku) termasuk hamba Allah yang percaya bahwa setiap apa yang kita ucapkan dapat menjadi sebuah do'a yang akan dikabulkan oleh Allah SWT. Itulah mengapa kami dianjurkan untuk selalu mengucapkan hal-hal yang baik dan menahan diri untuk mengatakan hal yanag buruk. Bahkan hanya sekedar menyanyi yang liriknya mengisahkan kesengsaraan, kesedihan, ataupun hal-hal yang dianggap kurang baik, ibuk melarang kami menyanyikannya. Kalau nadanya bagus dan kami ingin menyanyikannya, kami mencari alternatif untuk mengganti sendiri lirik lagunya dengan hal-hal yang berisi ucapan yang baik.
Dan aku...kami.... saudara-saudaraku..telah membuktikan kebenaran ucapan-ucapan ibu kami....